//
you're reading...
Uncategorized

Penggolongan Bahan Pakan

Berdasarkan asalnya, maka bahan baku pakan terbagi atas 3 yaitu (Ichwan (2005) Dalam Thutenq (2011)) ;
1.    Bahan Pakan Nabati
Bahan pakan nabati adalah bahan pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Bahan pakan nabati ini umumnya mempunyai serat kasar tinggi, misalnya dedak dan daun-daunan. Disamping itu bahan pakan nabati banyak pula yang mempunyai kandungan protein tinggi seperti bungkil kelapa. bungkil kedele dan bahan pakan asal kacang-kacangan. Dan tentu saja kaya akan energi seperti jagung.
2.    Bahan Pakan Asal Hewan
Bahan pakan hewani ini umumnya merupakan limbah industri, sehingga sifatnya memanfaatkan limbah. Bahan pakan hewani yang biasa digunakan adalah tepung ikan, tepung tulang, tepung udang dan tepung kerang. Beberapa bahan pakan hewan yang lain adalah cacing, serangga, ulat dll. Bahan-bahan pakan ini ditemukan ayam yang dipelihara secara intensif, cacing, serangga dan lain-lain tidak diberikan. Tetapi bekicot yang banyak didapat di musim hujan, sudah mulai diternakkan, merupakan bahan pakan alternatif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein pada ransum ayam.

  • Penggolongan Bahan Pakan Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya bahan baku pakan ternak digolongkan menjadi 4 kategori menurut (Thutenq, 2011), yaitu ;  bentuk butiran, tepung, pilih. Dan bentuk cairan.
1.    Bentuk Butiran.
Bentuk ini umumnya lebih disukai ternak unggas seperti bahan baku pakan jagung, gandum, sorgum, dan lain-lain dengan komposisi ekonomis mencapai 25 %.
2.    Bentuk Tepung
Bentuk tepung umumnya diperoleh dari bahan baku seperti bekatul, dedak, gandum, tepung tulang, dal lain-lain dengan komposisi mencapai 25-35 %.
3.    Bentuk Pilih
Bentuk pilih umumnya diperoleh dari bahan baku seperti bungkil kedelai, bungkil kacang tanah, bungkil kelapa, dan lain-lainnya dengan komposisi ekonomis mencapai 10-25 %.
4.    Bentuk Cair
Pada umummya pakan ternak  menggunakan bentuk cair yang berupa minyak ikan dan minyak kedelai dengan komposisi ekonomis relative kurang dari 0,5% fungsinya untuk pembentukan asam lemak bebas.

  • Penggolongan Bahan Pakan Berdasarkan Sumbernya

Penggolongan bahan pakan berdasarkan sumbernya (Anonimb, 2011), yaitu :
1.    Sumber Energi
Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:
a.    Kelompok serealia/biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)
b.    Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan)
c.    Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)
d.    Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria).

2.    Sumber Protein
Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman).
Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok:
a.    Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil)
b.    Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi kaliandra, gamal dan sentero
c.    Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang dan sebagainya).

3.    Sumber Vitamin dan Mineral
Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang). Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya.
Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan, misalnya premix, kapur, Ca2PO4 dan beberapa mineral.

  • Bahan Pakan Menurut Kelazimannya (Konvensional dan Non Konvensional)

Adapun bahan pakan menurut kelazimannya (konvensional maupun non konvensional) yaitu sebagai berikut (Anonimc, 2011) :
•    Bahan Pakan Konvensional
Bahan pakan ini adalah bahan baku yang sering digunakan dalam pakan yang biasanya mempunyai kandungan nutrisi yang cukup (misalnya protein) dan disukai ternak. Bahan pakan ini dapat  berasal dari tanaman ataupun hewan, ikan, dan hasil sampingan industri pertanian. Contoh bahan baku ini yaitu; Rumput, Jagung, Dedak, Tepung Ikan, Bekatul, Dll.
•    Bahan Pakan Non Konvensional
Bahan pakan ini adalah bahan pakan yang tidak atau belum lazim dipakai untuk menyusun ransum. Bahan pakan ini berpotensi digunakan sebagai campuran pakan unggas karena tingkat ketersediaannya banyak diberbagai daerah. Bahan ini mengandung nutrisi yang diperlukan unggas dan kurang bersaing dengan manusia, tapi belum banyak dimanfaatkan karena hanya daerah-daerah tertentu yang tersedia. Kandungan anti nutrisi yang dimiliki harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan pada unggas. Bahan ini bisa berasal dari industri kimia, pertanian maupun hasil fermentasi. Contoh dari bahan baku ini adalah Urea, Diamonium fosfat, Isi rumen, Protein sel tunggal/ragi, Dll).

Spesifikasi bahan pakan ternak jga saya rekomendasikan untuk anda baca.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: